Silaturahmi di Bulan Ramadhan
Boy, jadinya Jam berapa kita berangkat? sms Adit lewat Whatsaap
Nanti Boy sekitar Pukul 14.00 saja biar nyantai dijalannya.
Ok lah, "Soalnya jauh, belum tahu pasti juga tempatnya perlu petunjuk arah, takut nyasar takut telat . Ok sip !"
Minggu 4 Juni 2017 Pukul 16:10 sore sampai rumah Maulida. Mbah Maulida cakep juga materi tausyiahnya. Mulai dari memberikan Ilmu buat bekal hidup agar selamat Dunia Akhirat. Sampai-sampai hampir pada terbang melayang di awang-awang ketika Mbahnya memuji: Bahwa teman-temannya bilangnya begini; wajah-wajah kalian membawa Aura sejuk. Aura tenang seperti bebas dari masalah dan hutang, bisa saja nih Mbahnya Maulid, singkat acara Satu Jam kurang lebih. Mbahnya mulai pamitan.
Bensinnya bocor? Adit berlari. Oh iya benar pantesan. Pantesan apa? “Potong Adit mengagetkan." Tadi pas waktu istirahat dijalan ada aroma bensin tak mengenakan mungkin motor ini dit. “Aduh gimana nih bensinnya habis dong?" Nggak, sudah saya tutup kerannya tenang.
Anak-anak sudah pada di dalam? Iya, iya Pak “Jawab Adit." Adit kenal, bukannya dia baru pertama kerumah ini? Katanya ketemu Maulida baru hari ini? “Grutu penasaran ngedumel sendirian." Kenal kakaknya sejak kapan? Atau? Oh iya anak Sukma yang lain.
Siapa yang tadi Dit? Mendadak ngedrop, seperti batu batre HP Ka Diana yang kabarnya sering lobet, karena mendengar jawaban si Adit tentang orang tadi, “Tidak lain adalah Bang Romen” yang selama ini tak tunggu kapan bisa bertemu.
Sedikit kaget dan bangga karena pada awalnya pengurus tidak memberitahukan bahwa akan kedatangan Dua Orang yang ahli membuat Artikel/Tulisan. (Bang Jarri sendirian & Bang Romen serta Istri dan anaknya).
Ternyata eh ternyata semangat ingin tahu membuat Artikel di Media, tak kalah semangat ingin lebih tahu ketika bertemu bertatap muka dengan ahlinya.
Assalamualaikum. Nah untuk yang satu ini? Rambutnya Gondrong Mirip-mirip Personil Band, kawan-kawan memanggil dengan sebutan ka Jarri. Tumbuh penasaran ketika Ia berkata kepada Ketua, “Harusnya ada pasukan Menulis Hab." Karena kalau tidak maka akan telat bisanya Hab, mungkin itu maksudnya “grutu dalam hati bicara," widih sarannya sepakat betul Bang nyambar memotong obrolannya.
Ayo makan-makan kata salah seorang dengan bernada kencang. Rasa malu kembali tumbuh, masih ingat dengan Peribumi, yang punya rumah waktu malam memberi keputusan bahwa Dana konsumsinya belakangan ketika jumpa baru tak berikan.
Balasan gambar menangis dengan selipan kata, “iya ok jangan lupa datang besok dekat setasiun cakung ya."
Sebelum mencicipi nasi yang masih dibungkus kulantangkan suara dengan memanggil maulida. Ka Maulid mohon maaf? Suara lantang mengagetkan mereka yang asyik makan-makan.
Begini “campur malu; Eh Nggak jadi. Eh kenapa nggak jadi terusin bang? Tanya salah seorang." Ah nggak, lanjut Bang? Grrrr sorak bergemuruh kambali berkumandang.
Widih kena juga kalian bisa juga Stand Up hihihi, sedikit bicara membuat mereka tertawa gemuruh campur aura tak suka hahaha, bicara sendiri dalam hati tak kuat menahan tawa.
Bang Romen mulai bicara. Begini, siapa tadi yang bilang harus ada pasukan Menulis? Bang Jarri bang jawabku nyengir Bang Romen senyum sebal. Aura tidak memancar tidak mengenakan.
"Begini, menulis itu tidak susah. Menjadi mudah kalau sering Latihan, sering Menulis, sering Membaca dan baca-baca berita. Ibarat kata kalau ingin berenang harus turun menceburkan diri, bukan hanya teori, yang begini tidak akan tumbuh. Tapi harus dengan praktek. Paham?"
Paham. suara pendengar dengan kencang kembali riuh.
Bang Romen dengan panjang lebar memberikan arahan supaya Anak didiknya tambah semangat, tambah giat untuk belajar, tak ketinggalan pula dengan cambukan-cambukan lembut agar semuanya kembali mau Menulis, semuanya kembali berupaya agar perkembangan minatnya tidak menjamur didalam buku mungkin maksudnya begitu.
Satu jam lebih bercakap-cakap tak terasa waktu melaju begitu cepat. Bang Jarri mengangkat Hp, sudah malam juga mau pulang duluan? Iya bener Bang nggak terasa,jawab Pak Ketua.
Aduh, belum sempat nanya “Kerjaan Bang Jarri apa, peran di Sukma sebagai apa atau seperti Bang Romenkah? Yang tugasnya ; Memantau, mengarahkan, menyemangati, menasehati jika anak-anak hilang semanagat ditengah jalan."
Perhatian. Mas Der? Minta tolong fhotokan khusus saya berpose-apose sebelum mereka pulang. Ya ela..Ada-ada saja kata salah seorang disela kerumunan terdengar lantang, tapi nggak tahu siapa yang mengejek atau mungkin salah dengar. Ya sudahlah Siap Mas Der?" Ok siap jawabnya.
Oh ya, temen-temen kita fhoto-foto aja sekalian sebelum pulang? kata salah seorang. Fhotoghrafer bersiaga tiga orang. “Padahal satu orang juga cukup ya, kocak memang. Selang beberapa menit adegan fhoto bersama kelar, akhirnya bubar.
Ok, kita pulang ya. Ok Bang hati-hati, selamat dijalan dan selamat sampai tujuan “Riuh kompak Yah pulang." Eh itu rujaknya? Ko’ nggak dimakan enak tahu buatan saya itu, kata Diana.
Buatan apa’an, wong datangnya belakangan ‘‘kata Sihab dengan nada tak mengenakan."
Ibarat kata, mamfaat berkumpul itu adalah “Tak kenal maka tak sayang." Sayang disini persaudaraan terjaga, suasana tak lagi sungkan, awalnya malu karena sering jumpa menjadi kurang. Harus berani bertanya jika punya pertanyaan. Harus berani berpendapat jika keberatan dan harus berani bersuara karena kita bukan lagi anak DS.
Aduh Jam 08:20. Teringat kabar anak jalanan yang suka nyelakain Orang ketika mencari lawan. Tentang kabar Gangstar, baru-baru ini bikin ulah dijalan saat malam.
Dit ayo pulang? Ok
Ok semuanya saya “Eh kita mau pulang duluan," keburu malam.
Takut dijalan jangan lupa saling mendoa’akan semoga selamat diperjalanan pulang . Ok, ok siap TTDJ “sorak gemuruh Grup Calon Ibu-ibu ngabisin Rujak." Ngabisin apa itu dipiring soalnya masih banyak.
Bersambung..
Komentar
Posting Komentar